Bagikan

Apa yang ada di otak kamu saat mendengar kalimat Urban Social Forum? Apakah forum dengan kemasan sosial? Ataukah, isu-isu sosial sing diangkat nang forum kota?

Baiklah, saya akan menjelaskan sedikit berdasar krepekan dari panitia. Begini, Urban Social Forum adalah forum alternatif yang meniadakan mekanisme yang formal dan kaku.

Forum ini bersifat lebih bebas dan terbuka. Tujuannya, mendorong dan memberi kesempatan untuk siapapun menyampaikan gagasan, debat ide, mengkreasi solusi alternatif, adu argumentasi, melakukan perencanaan serta merealisasikan aksi nyata. Demi apa coba? Ya, demi masa depan yang lebih baik.

Termasuk, masa depan e awak dewe. Aku karo awakmu pur, purnomo dududu.

Another City is Possible

Pada tanggal 19 Desember 2015, Urban Social Forum (USF) yang sudah masuk tahun ketiga akan digelar di Surabaya. Arek-arek Suroboyo sing ndue pemikiran, ide, dan gagasan inovatif, dipersilakan berpartisipasi. Event yang kali pertama dihelat di Solo pada 2013 tersebut akan mengambil lokasi di Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG)

Untuk kali pertama, Surabaya menjadi tuan rumah. Bakal ada ratusan panelis yang diundang. Diperkirakan ada seribu orang pengunjung. Duh, jadi ingat tentang undangan manten. Kapan ya, eyke jadi manten? #halah

Cakupan isu yang dibahas akan lebih luas dan merata. Dengan demikian, arek-arek Suroboyo yang tak pernah miskin ide, akan lebih bebas berekspresi. Tidak ada sekat untuk berdiskusi membahas pengembangan kota dari segala aspek.

Tagline utama USF adalah “Another City is Possible”. Korelasinya kuat dengan semangat awal serta visi-misi USF. Yakni, memberi ruang kebebasan untuk berbagai ide demi mewujudkan kota yang humanis dan modern. Gagasan baru yang lahir melalui forum ini bakal menjadi solusi alternatif yang representatif.

poster
Courtesy Urban Social Forum

Kota adalah milik masyarakat

Diakui atau tidak, kota-kota di Indonesia saat ini didominasi oleh kepentingan pasar, kapitalis, elit usaha, pengembang, dan penguasa. Nah, itu jelas tidak sehat dan menghambat perkembangan.

WWF, eh USF mengajak para pemerhati, mahasiswa, akademisi, aktivis dan warga untuk urun rembug memikirkan problem kota. Asal tahu saja, elemen-elemen tadi merupakan aset berharga sebuah peradaban.

Kota adalah milik masyarakat dengan segala latar belakang sosial. Bukan hanya monopoli kaum penggede-penggede sing guayane gak ketulungan. Sumbunge koyok wong sing gak isok mati. Kempas, kempas! *lho, kok dadi koyok bengok’an bakul kempas?

Tahun ini, USF mengundang setidaknya 19 pembicara dari berbagai latar belakang. Misalnya, mantan wali kota Surabaya Tri Rismaharini, Sandyawan Sumardi ), Kebun binatang Surabaya, Bappeko Surabaya, BAPPEDA Palu, Peta Jakarta, Elanto Wijoyono (aktivis Pesepeda), dan masih banyak lagi.

Pelaksanaan USF menekankan pentingnya strategi kolaborasi dan “Partnership for change”. Kunci kekuatan dalam membentuk karakter kota yang baik di masa datang adalah melangkah bersama dengan berbagai gagasan konstruktif.

Semakin banyak yang peduli, semakin banyak yang bergerak dan melakukan sesuatu perubahan, pasti semakin baik pula efeknya.

Indonesia kaya inovasi

Indonesia memiliki banyak kota yang tak pernah surut inisiatif. Mulai dari gerakan berbasis teknologi untuk perbaikan tata kelola kota, sampai gerakan berbasis komunitas untuk mengurangi dampak polusi dan kerusakan lingkungan.

Ada pula kelompok budaya, alternatif pelestarian warisan pusaka, gerakan advokasi urban poor, dan gerakan politik alternatif. Mereka adalah komponen penting pembentuk kota.

Ke depan, kota tidak lagi menggantungkan diri pada pendekatan konvensional yang top-down dan terpusat pada pemerintah. Sudah saatnya, kota dibangun dengan aksi kolaboratif dan model kepemimpinan yang terbuka serta partisipatif.

Oh iyo, Rek. Jangan hanya karena pembicaranya sangar-sangar, kamu minder untuk datang. Ilingo, arek Suroboyo iku yo pinter-pinter lan berwibawa prejengane. Siapa arek Suroboyo itu? Ya, kamu. Iya…. Kamu….

Jadilah salah satu agen perubahan melalui gagasan sederhana namun aplikatif yang kamu miliki. Masio jik gak nduwe gagasan, yo gak popo. Mari bersama menyerap ilmu dan wawasan di sana.

Mlebue gratis, Rek! Ajaken konco-koncomu ben tambah rame. Tapi daftar dhisik nang kene. Dengan demikian, makin banyak gagasan yang berbasis keinginan mengubah kota-kota menjadi lebih nyaman.

Yo nyaman gawe ditinggali, yo nyaman pisan gawe beraktifitas. Aktifitas sing nyidekno aku karo awakmu, iku lho, maksudku…. #tsahh


Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here