Bagikan

Bahasa Suroboyoan atau bisa juga disebut Bahasa Arek, merupakan bagian terkecil dari Bahasa Jawa yang dianggap paling kasar. Bukan hanya karena kosa kata saja yang membuat terkesan kasar, tapi juga didukung dengan dialek dan nada pengucapan tinggi lah yang memperkuat kesan kasar pada Arek Suroboyo dan bahasanya.

Kosa kata Suroboyoan itu begitu beragam. Saking beragamnya, bahkan untuk kata “pukul” saja ada beberapa kata yang bisa digunakan. Mulai dari gibeng, tonyo, kaplok, gepuk, tunjek, sodhok, pongor dan silakan tambahkan di daftar komentar artikel. Gak mari-mari rek, nek tak beberno kabeh!

Kalo kata “pukul” aja bisa ada banyak sekali, apalagi daftar nyek-nyekan atau ilok-ilokan asli Suroboyoan. Yang ditulis Cak Aga dan Cak Amar.

Kemarin hanya sakluthik dari hamparan kosa kata Suroboyoan yang banyaknya bisa nyaingin masa menjomblonya Aga. Tak tambahi maneh, Rek!

(Baca seri 1: 4 Olok-olok Surabaya yang Mulai Langka dan Cara Penggunaannya)
(Baca seri 2: 4 Lok-lokan Langka dan Penggunaannya)

Kemplo

(adjektiva; semacam bodoh, lemot, atau rodo gak bek utekke)

Kata Kemplo ini sebenarnya masih bisa dijumpai di beberapa arek Suroboyo, tapi jumlahnya semakin berkurang. Mengusung arti yang menjadikan objek penderitanya sebagai pribadi yang bodoh, kata ini akhirnya berkembang dengan berbagai arti.

Selain banyak digunakan dalam kalimat dengan menggunakan makna sebenarnya seperti pada twit diatas, kata ini juga tidak jarang digunakan untuk menggambarkan orang yang terlalu kurang kerjaan dalam menanggapi sesuatu. Seperti contohnya pada twit berikut ini

Mbelgedes/Mongseng

(nomina; omong kosong)

Sekelas dengan “prekethek” yang dibahas sebelumnya oleh Cak Aga, “mbelgedes” dan “mongseng” ini lebih dekat dengan artinya dengan “omong kosong”. Banyak digunakan untuk menunjukan betapa mbujuk-nya ungkapan yang diucapkan orang lain, atau terkadang sebagai ekspresi betapa meragukannya ucapan lawan bicaranya.

Mongseng” sendiri berasal dari dua kata, yaitu “omong” dan “seng”. Sehingga, setiap kata “mongseng” diucapkan kurang lebih sebagai ungkapan “koen ngomongo ae karo seng, cuk!”. Ungkapan “mongseng” ini bisa juga dibilang sebagai versi kearifan lokal Suroboyoan dari bahasa gaul “Ngomong ama tangan gue nih!” dan versi nginggrisnya “Talk to my hand!”

Matane Suwek

(slang, adjektiva; ungkapan kekesalan)

Jika “matamu” sudah banyak diketahui dan dikenal sebagai ungkapan kekesalan, “matane suwek” adalah ungkapan kekesalan tingkat lanjutnya. Penambahan kata “suwek” yang berarti sobek atau rusak pada ungkapan “matamu” menjadi penekanan ungkapan yang menggambarkan betapa rusak/ngawur cara pandang lawan bicaranya.

Entut Berut

(nomina; mbujukan, nggedabrus tok)

Berasal dari kata “entut” yang berarti kentut dan “berut” yang artinya meliuk, membuat entut berut harfiahnya sebagai sebuah kentut dengan suara yang nyaring meliuk-liuk. Saking nyaringnya liukan suara kentutnya, tak jarang membuat orang lain berpikir bahwa si pelaku juga agak kecirit di celana.

Layaknya kentut bersuara nyaring ala “Ddddrrrrtttt” dan diiringi “Brrrruuooottttt” yang tak nampak wujudnya dengan bau sungguh menusuk hidung, “entut berut” akhirnya sering diasosiasikan dengan orang-orang yang sungguh besar omongannya tapi tidak ada bukti konkritnya. Ya, gampangnya kakean nggedabrus, ngomong tok! Mongseng!

Contohnya orang kaya entut berut itu kurang lebih kaya yang dibilang mbak ini lah ya..

Sekian penjelasan singkat tentang 4 macam ilok-ilokan khas Suroboyo yang mulai banyak dilupakan karena kedatangan bahasa gaul dan keminggris. Masih banyak ilok-ilokan lain yang lebih nggapleki yang perlu dilestarikan demi keguyuban arek Suroboyo. Ayo dibagi di volume selanjutnya, Rek!


Bagikan

6 COMMENTS

  1. Lha barusan moco seri 1 … komen entut berut .. ternyata wes diangkat ndek kene.
    Kok durung onok sing mbahas KOPLAK yo … biyen wes mulai langka tapi akhirnya dipopulerkn kembali oleh pojok kampung JTV?

  2. dobol sak eroh ku sih selet sing wayah e ngentut mesti banter suarane+kadang metu sak ampase.
    lek ndek KBBI dobol iku artine bolong (berlubang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here