Bagikan

Website sudah menjadi suatu kebutuhan bagi setiap usaha. Jangankan usaha, website milik pribadi pun sudah banyak kita temui di dunia maya. Yaa tujuannya bermacam-macam. Ada yang membuat blog, menampilkan portofolio pekerjaan, ataupun sekedar membuat profil pribadi. Narsis, yo?

Namun, mengapa masih banyak usaha yang jelas-jelas bertujuan untuk mendapatkan keuntungan malah belum memiliki website?

Di Jakarta, kesadaran terhadap website cukup tinggi. Bahkan, tak hanya website, tapi juga sosial media seperti Twitter, Facebook, dan Instagram. Levelnya sudah wajib!

Itu saya alami sendiri karena sejak kecil saya tumbuh dan besar di Jakarta. Tapi,  setelah menikah, saya memilih Surabaya sebagai tempat tinggal karena kota ini ternyata lebih “manusiawi” (karena itu kalau di tulisan ini guyonan Suroboyoan-nya kurang tolong jangan digojloki, Rek. Plis!).

Di Surabaya sendiri, kesadaran pengusaha untuk membuat website belum terlalu tinggi. Website masih dipandang sebelah mata dan dianggap optionalWalah-walah kok bisa begitu? Ya gimana ga gitu, toh usaha juga dapat berjalan dengan baik tanpa menggunakan website, bukan?

Iya juga sih, sah-sah saja berpikiran demikian. Namun jangan kaget jika tiba-tiba jumlah pelanggan menurun hanya karena usaha tersebut tidak memiliki websiteKok bisa?

Yes, berikut setidaknya 5 alasan mengapa setiap usaha memerlukan website:

1. Buka 24 jam   

Website memungkinkan usahamu selalu tersedia 24 jam/hari, 7 hari/minggu, 365 hari/tahun. Kamu dapat menampilkan informasi mengenai produk, layanan, profil perusahaan, bahkan bertransaksi langsung dengan pelanggan melalui website.

Ini sama saja dengan memiliki karyawan yang selalu siap untuk melayani pelanggan 24 jam non-stop, bahkan di hari libur sekalipun!

Sangar yo?

2. Pasar yang luas   

Total pengguna internet di Indonesia ketika tulisan ini dibuat (Juli 2015) sudah mencapai 88,1 juta jiwa, sedangkan di seluruh dunia sudah melewati angka 3 Miliar! Angka yang sangat fantastis, bukan?

Ini berarti kamu bukan hanya dapat memasarkan usahamu ke pasar lokal, namun juga ke seluruh penjuru dunia! Sing penting ada koneksi internet.

3. Informasi terkini 

Lupakan cara lama seperti mencetak katalog produk atau brosur event hanya untuk memperbarui informasi usaha kamu ke pelanggan. Selain banyak biaya yang terbuang, pesan dalam katalog atau brosur pun belum tentu sampai ke target audiens. Bukankah biasanya awak dewe kalau dikasih brosur langsung dibuang?

Dengan memiliki website, kamu cukup memperbarui daftar produk, layanan, event atau apapun yang ingin kamu informasikan. Pelanggan akan selalu mendapatkan informasi terkini langsung dari website.

4. Persaingan usaha  

Sederhana. Bagaimana jika kompetitor memiliki website dan kamu tidak? Bagaimana jika pelanggan mencari suatu produk dan menemukannya di website kompetitor?

Tentunya, kemungkinan pelanggan kebandang (kata-kata ini uruk-urukane Cak Bimo) ke kompetitor akan semakin besar. Ini akan berakibat tidak baik terhadap usaha Anda.

5. Kepercayaan pelanggan   

Tak kenal maka tak sayang. Kalau sudah tidak sayang maka bisa-bisa juga tidak percaya. Nah, apa peran website untuk menimbulkan rasa percaya pelanggan kepada usahamu?

Website dapat membantu pelanggan untuk semakin mengenal usahamu. Selain dapat menginformasikan produk dan layanan, kamu juga dapat menampilkan portofolio perusahaan, daftar testimoni pelanggan, maupun struktur organisasi perusahaan.

Ini merupakan nilai plus di mata pelanggan.

Ketika pelanggan sudah yakin akan usaha kamu, otomatis rasa percayanya akan timbul. Rasa percaya dari pelanggan inilah yang sulit didapatkan oleh usaha-usaha di luar sana yang tidak memiliki website. Masuk akal kan?   

Jadi piye? Ayo ndang bikin website. Opo tak gawekno? :p


Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here