Bagikan

Sesaat setelah isu pengeboran Lapindo ramai diperbincangkan di media sosial, cetak maupun elektronik, Pak De Karwo langsung bereaksi. Surat permohonan penghentian proyek sementara dilayangkan ke Kementrian ESDM dan instansi terkait di Jakarta.

Respon cepat seperti ini sering dilakukan Gubernur Jatim tersebut. Baik lewat statement sendiri, ataupun tim yang mengelola akun twitter Pak Brengos, @pakdekarwo1950.

Sementara itu, jumlah penduduk Surabaya yang menurut data statistik sekitar 2,9 juta jiwa. Bukan jumlah yang sedikit untuk kota ini. Permasalahan dan problematika di semua bidang selalu muncul seiring perubahan di semua aspek kehidupan dan pembangunan. Kecepatan informasi diperlukan untuk mencari solusi yang tepat dan cepat. Begitu juga dengan fungsi Pemkot dalam melayani warga: harus akas, jeli, dan sergep.

Era sosial media (sosmed) sebagai bagian dari kehidupan tidak bisa begitu saja ditepikan. Kontrol masyarakat terhadap kebijakan pemerintahan bisa dilakukan siapa saja lewat sarana ini.

Di saat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga formal sedang menurun, komunikasi langsung dengan pemegang kekuasaan sangat diidamkan. Keluhan, kritikan, pujian bahkan usulan menarik bisa di disampaikan secara langsung. Di akun twitter Pak De Karwo, contohnya.

Sosmed plat merah Surabaya ngenes

Memprihatinkan. Mungkin itu adalah gambaran yang tepat untuk mendeskripsikan akun somed resmi instansi plat merah di lingkup Surabaya. Hanya sedikit yang tergerak aktif untuk memberi informasi dan interaktif terhadap warganya.

Kita lihat tiap hari akun @sapawargasby hanya memposting kata-kata mutiara layaknya akun Mario Teguh. Akun resmi kota yang lumayan aktif dan interaktif adalah @pdam_sembada, @humastabessby, dan @samsatsbyutara.

Yang paling membuat nyesek itu wakil rakyat DPRD Surabaya. Akunnya, @DPRD_Surabaya, vakum! Untung nggak vakum kliner.

Instansi publik lain diharapkan punya sosmed yang dinamis dan interaktif. Misalnya, Dinas Pendidikan, Dinas Penduduk dan Catatan Sipil, Dinas Kesehatan, dan lain sebagainya. Jika semua bisa menerapkan komunikasi di media sosial, segala permasalahan dan solusi terhadapnya akan bisa lebih cepat dan transparan diselesaikan.

Minimal, informasi yang ada akan semakin membuat warga makin paham dan peduli terhadap semua kepentingan publik. Contohnya, saat kita naik bis dari Surabaya menuju Malang. Tiba di tol kok terkena macet. Dengan buka twitter, kita bisa tahu apa yang menyebabkan macet.

Sehingga, bisa menyebarkan informasi pada warga lain. Siapa tahu, ada yang ingin melintas di jalur yang sama. Jadi, dia bisa mencari jalur alternatif.

Berharap pada Bu Risma-Cak Wishnu

Dengan akan dilantiknya Bu Risma- Cak Wishnu nanti, bolehlah kita berharap perubahan. Tak dapat dimungkiri, Sosmed merupakan fenomena kekinian yang bisa dimaksimalkan fungsinya.

Kang Emil aka Ridwan Kamil dari kota viking bisa dijadikan inspirasi. Beliau benar-benar kaum Sosmed yang cukup eksis dan interaktif.

Saat kampanye, partai pengusung calon wali kota sangat gencar berkomunikasi ke semua netizen dan warga kota lewat sosial media. Seharusnya, ini bisa dilanjutkan saat mengelola pemerintahan.

Di saat musim Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sudah bersemi, arus informasi dan teknologi yang cepat sangat dibutuhkan untuk bersaing. Pelayanan perizinan, kemudahan perizinan, harus bisa diinformasikan secara luas cepat dan tepat. Tujuannya, warga bisa bersaing dan mendapatkan informasi yang cukup.

Sekali lagi, jangan sampai Bu Risma malu mencontoh Pak De Karwo, Kang Emil, dan tim sosial medianya. Mereka begitu aktif sehingga membuat semua jajaran di kabupaten dan kota lain ikut mencontoh. Sayangnya Surabaya belum, Bu…

Kalau ibu malu mencontoh Pak De, contohlah Pak Ganjar Pranowo atau Ahok. Dua gubernur itu juga menjadikan sosmed sebagai alat komunikasi warga. Tapi, harus diingat pula untuk warga dan pejabat pemerintahan, media sosial itu ruang publik. Jadi, semua wajib mematuhi segala peraturan publik yang ada. Jangan sampai ada problem SARA dan lain sebagainya. Ada UU ITE atau UU lainnya yang menjadi landasan.


Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here