Bagikan

Pameran seni berbasis tradisi kembali digelar. Apa itu? Ok deh, dulur. Jawabanmu benar: Damar Kurung Fest 2016. Event yang sudah memasuki tahun kelima ini akan dihelat di tiga kota. Yakni, Gresik, Surabaya, dan Yogyakarta. Dengan tema, Dekade Sepeninggal Masmundari.

Sik sik, peno ngerti gak yang dimaksud Damar Kurung Fest? Tiwas aku ngecemes, awakmu gak nyambung koyok wong mari putus cinta sing isoke mung ngelamun lan nelongso.

Begini, Damar Kurung Fest adalah sebuah kegiatan tahunan yang di selenggarakan untuk merayakan bulan ramadhan dengan membuat,memasang, dan mengkaji kembali nilai-nilai luhur tradisi Damar Kurung Gresik.

Kegiatan yang diselenggarakan sejak tahun 2012 ini telah berhasil merajut dan memikat antusiasme masyarakat untuk meneruskan tradisi memasang Damar Kurung di teras rumah. Termasuk, meluaskan pengetahuan dan memproduksi karya baru Damar Kurung melalui tugas akhir, disertasi, ragam karya seni kontemporer, serta workshop di sejumlah sekolah dan perguruan tinggi.

Ada juga orang yang mengisi waktu luang dengan membuat Damar Kurung. Seperti teman saya yang bernama James.

Saya: James, liburan nanti ke mana?
James: Gak kemenong-menong, Cyin. Memangnya kenapa, apa kamu mau ngajak aku bertamasya?
Saya: Yo gak seh. Soale aku diajak ayah berlibur di rumah nenek. Atau, kamu mau ikut?
James: Sik sik, Mbahmu lak sing nok Panjangjiwo, seh?
Saya: Ho..oh.
James: Ealah Mbakyu, yo gak usah ngajak aku, lhak omahku nang prapen. Mung sak pelemparan sego sadukan teko kono. Yo wes, mending aku mengisi liburan dengan membuat Damar Kurung di rumah saja.

Siapa Masmundari?

Mungkin sebagian kita bertanya, siapa sih Masmundari, kok namanya sampai dijadikan tema? Untuk jelasnya, saya jelaskan sedikit biar jelas. Mungkin nanti bisa kamu jelaskan juga pada Masmu, Mase, atau Mas-Mas ganteng di ujung sana..

Masmundari adalah sosok pelaku seni yang bersahaja dan inspiratif. Beliyau bertahan dan konsisten melestarikan dan melahirkan karakteristik seni lukis pesisir di lentera, yang kemudian dikenal dengan sebutan Damar Kurung.

Karya seni lukis Damar Kurungnya dipamerkan kali pertama di Bentara Budaya Jakarta pada tahun 1987. Sebagai satu-satunya pelukis Damar Kurung yang tersisa dari zamannya, Masmundari menjadi legenda.

Saat beliyau meninggal pada 24 September 2005 di usia lebih dari seabad, jagat seni rupa Indonesia berduka. Sementara kilau kharisma Damar Kurung ikut meredup. Seakan menjadi artefak seni rupa yang gagal move on di gudang rindu temaram. Masmundari dan segala pencapaiannya sekonyong-konyong koder sempat terlupa selama sedekade terakhir.

Nah, insipirasi dan semangat Masmundari ingin kembali digelorakan melalui event ini. Aamiin!

Banyak kegiatan variatif

Ada beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan. Misalnya, pengarsipan lukisan Damar kurung Masmundari. Plus, hal-hal yang berkaitan dengan Masmundari dan Damar Kurung lainnya (kliping berita, catatan kerabat, dst dsb). Kegiatan ini dilaksanakan sejak Oktober 2015 hingga Februati 2016.

Melalui Damar Kurung Fest, Gresikuseru! melakukan pertemuan dengan banyak pihak. Contohnya, organisasi arsip, perpustakaan, keluarga, kolektor, jurnalis dan pihak lain. Tujuannya, mengumpulkan berbagai arsip yang nantinya dikemas dalam bentuk katalog buku. Selanjutnya, buku itu bisa ditemui saat penyelenggaraan yang berlangsung di 3 kota tersebut di atas.

Nantinya akan ada pula diskusi panel tentang Damar Kurung yang akan dibagi menjadi 2 kegiatan. Pertama, diskusi mengenai pengarsipan Damar Kurung di Rumah IVAA Yogyakarta. Kedua, diskusi mengenang Masmundari di C20 Library & Collabtive Surabaya bersama narasumber yang kompeten.

Yang tak kalah seru, dulur: Tuor jalan kaki! So sweet kan , ya!? Awakmu isok ngejak pacarmu jalan-jalan sore menikmati semilir angin dan sejarah tentang tema “Napak Tilas Damar Kurung”. Rutenya, menelusuri kampung halaman Masmundari, di Desa Telogopojok. Para peserta adalah mahasiswa atau masyarakat umum yang sudah mendaftar melalui e-mail temukangresik@gmail.com.

Lalu, ada pemutaran film dari berbagai civitas akademika perguruan tinggi. Tentu saja, tema film-film tersebut seputar Damar Kurung. Salah satunya, film dokumenter para mahasiswa ISI Surakarta. Kegiatan ini sedianya diadakan di kediaman almarhum Masmundari pada Desember 2015.

Rangkaian acara lain adalah pameran dan festival lukisan yang diagendakan pada 2016 di Yogyakarta (April), Surabaya (Mei),dan Gresik (Juni-Juli). Untuk didetailnya, silakan cek cek satu dua tiga, list jadwal berikut ini.

damar-kurung

Mencoba jadi legenda

Sudah sepatutnya, sebagai generasi muda, kita turut mengenang salah satu legenda Indonesia. Meskipun bukan penggila seni rupa, tidak ada salahnya bila kita belajar dari Masmundari tentang ketekunan, komitmen, dan kerja keras.

Semangat yang tak pernah putus dan visi brilian di masa datang, wajib dimiliki para pemuda. Masmundari adalah sosok yang akan dikenang semangat dan karyanya. Semoga menjadi teladan yang baik!

Oh iya, salah satu lagu Superman is Dead seharusnya bisa menginspirasi kita. Lagu berjudul Jadilah Legenda itu memberi kita pemahaman bahwa kepercayaan diri dan komitmen adalah kunci sukses dalam berkarya.

Tak bersajak sik yo, Rek

Untuk Indonesia jadilah legenda
Kita bisa dan percaya
Ketika kami bisa memulai dan percaya dengan kemampuan kami dalam berkarya
Maka kamu tak perlu berkecil hati merasa bahwa tak ada orang kreatif dari Indonesia,
Hei generasi muda, bukan waktunya kamu berkutat melihat Youtube berjam jam dengan tarian koreanya
Tetapi mulailah mencintai dan memupuk keingintahuanmu tentang apa yang kami buat dan hasilkan
Ini bukan sekadar tentang Goresan di atas kanvas putih yang masih bersih
Tapi ini tentang budaya dan tradisi yang sekarang tak lagi kalian ketahui 

*mugo-mogo gak onok sing ngelokno aku kakean ndalil nang artikel iki. Masio asline: ho..oh ho…oh ae seh.


Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here