Bagikan

MakNews – Jembatan Suroboyo yang diresmikan pada 9 Juli 2016, menarik minat masyarakat untuk datang berkunjung. Jembatan yang dilengkapi dengan air mancur menari itu mempunyai pemandangan menarik. Pengunjung bisa menikmati panorama sunrise dan pemandangan pantai timur Kenjeran yang menawan. Semua bisa dinikmati melalui anjungan yang berada di tengah jembatan tersebut.

Namun, jika anda kebetulan seorang perempuan yang memakai rok, bersiap-siaplah untuk kecewa jika ingin naik ke anjungan. Apa pasal? Pemkot melarang perempuan memakai rok saat berada di anjungan. Diperkirakan, angina yang cukup kencang yang menerpa jembatan berpotensi menerbangkan rok pengunjung. Jika ini yang terjadi, tentu mengganggu “kenyamanan” pengunjung yang berada di bawah anjungan. Pengunjung bisa salah fokus karena mendapatkan pemandangan yang tidak diperkirakan.

Untuk mengantisipasinya, Pemkot memasang rambu larangan yang ditempatkan di sisi jembatan.

“Angin di anjungan cukup kencang jadi jangan pakai rok,” kata Kabag Humas Pemkot Surabaya M Fikser kepada Detik.

Pelarangan pemakaian rok bisa memunculkan bisnis baru: persewaan celana panjang.

Selain larangan penggunaan rok, pengunjung juga dilarang memakai sepatu/sandal berhak tinggi. Alasannya, hak tinggi bisa membuat pengunjung terpeleset dari anjungan. Anak usia di bawah 12 tahun juga harus berada dalam pengawasan orang tuanya.

Jembatan Suroboyo mulai dioperasikan Selasa, 12 Juli 2016. Seluruh kendaraan sudah bisa melintas di atas jembatan, baik kendaraan dari selatan ke utara maupun sebaliknya. Namun, air mancur menari hanya dioperasikan setiap sabtu malam mulai pukul 20.00 selama satu jam. (iwe)


Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here