Bagikan

MakNews – Teroris memilih kota yang salah sebagai sasaran aksi kejahatan mereka. Berulang kali, rencana mereka meneror Kota Pahlawan bisa digagalkan Densus 88. Beda dengan Jakarta yang beberapa kali diguncang aksi terorisme yang menewaskan banyak korban tewas, kota terbesar kedua di Indonesia sejauh ini masih aman. Sakjane, sesakti opo Suroboyo iki?

Rabu, 8 Juni 2016, tiga terduga teroris digerebek pasukan anti teror Densus 88. Ketiganya ditangkap setelah polisi menemukan bom rakitan dan senjata api di lokasi penangkapan. Dua lokasi penangkapan berada di daerah Kenjeran dan sebuah rumah kos di Jalan Lebak Timur 3D/18, Tambak Sari.

“Tadi ada kegiatan Densus 88 Mabes Polri yang menangkap terduga teroris di Surabaya. Tersangkanya ada tiga,” kata Kepala bidang humas Polda Jatim, Kombes polisi Prabowo Argo Yuwono seperti dikutip dari BBC Indonesia.

Sebelumnya, beberapa peristiwa penggerebekan teroris terjadi di Surabaya. Semua teroris yang berencana melancarkan aksi terorisme berakhir dengan kegagalan karena keburu ditangkap Densus.

Dalam tiga tahun terakhir, setidaknya ada dua peristiwa penggerebekan dan penangkapan teroris.

Senin, 20 Januari 2014

Dalam peristiwa ini, dua terduga teroris ditangkap Densus 88 di seputar SPBU Kedungcowek, Kenjeran pada pukul 19.00 WIB. Kedua tersangka merupakan jaringan Santoso dari Poso yang hendak meledakkan sejumlah pos polisi dan kantor polisi di Surabaya. Menurut pengakuan kedua tersangka, mereka membidik sejumlah pos dan kantor polisi di Jawa Timur. Ikut diamankan, sebuah tas ransel yang berisi bahan bom rakitan. Selain itu, petugas menemukan bahan peledak dan sebuah bom siap ledak di rumah kontrakan tersangka.

Kamis, 14 Agustus 2014

Densus 88 menangkap seorang terduga teroris yang merupakan anggota jaringan teroris ISIS. Terduga ditangkap di kawasan Sidotopo Sekolahan I. Sehari sebelumnya, polisi menangkap terduga teroris Abu Fida di Keputih. Dari tangannya diamankan sejumlah barang bukti. Pada 2009, Abu Fida sempat ditangkap Densus terkait kasus tersangka utama teroris Noordin Mohammad Top, apalagi masjid kecil di dekat rumahnya juga diduga sering didatangi Abu Bakar Baasyir. (iwe)


Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here