Bagikan

Tulisan ini dibuat bukan untuk menggalang kekuatan untuk kemerdekaan Pulau Madura, tidak. Bukan juga untuk menunjukkan keangkuhan primordialisme, bukan.

Tulisan ini dibuat agar kalian semua berhenti untuk meragukan orang Madura. Apalagi mempercandakan mereka alias ngilokno. Di Surabaya yang notabene bertetangga dengan Pulau Madura, komunitas Madura sangat banyak. Bahkan, beberapa di antara kalian mungkin tidak sadar ternyata memiliki darah Madura di jalur keturunan kalian.

Ada beberapa hal yang masyarakat Indonesia perlu tahu tentang ‘prestasi’ orang Madura dan mitos bahwa kami tidak pintar, malas, dan pembuat onar.

Silakan diwoco, Tretan:  

1. Orang Madura suka carok

Bukan mereka feminis atau meninis! Kalau soal carok, orang Madura memang sensitif, tapi itu pasti ada alasannya. Biasanya karena istrinya diganggu. Harga diri nomor perempuan yang dia miliki adalah nomor satu. Sebelum Simone de Beauvoir menggagas feminisme, Wong Meduro wis membahas karo ngasah clurit. Boleh dicoba nikah ama orang Madura 😀

2. Orang Madura gak punya logika matematika yang baik

Bukan. Mereka justru ahli linguistik. Alkisah ada gojlokan yang pernah dilontarkan oleh Amarzan Lubis. Dia bilang mantan Presiden BJ Habibie pernah meminta orang Madura untuk mengukur tinggi tiang bendera.

Lalu orang Madura menaiki tiang bendera itu.

Orang Madura itu bilang, “Bapak ini gimana? Katanya situ bilang mau ngukur tinggi. Ya bener toh dinaiki, nanti kita lihat seberapa tingginya. Kalau bapak bilang, ini berapa meter ya tingginya? Baru kita ukur pake meteran pak. Tetap aja cara ngukurnya kan tiangnya harus bener-bener diukur dari ujung ke ujung.”

Dan karena yang nanya ini bapak presiden, ya kita nggak bisa maen-maen kan, Tretan. Ukuran harus akurat! Hati-hati, jangan salah ngomong ama orang Madura. Jangan basa-basi juga.

3. Orang Madura bromocorah

Itu hanya segelintir. Orang Madura lainnya justru jadi penegak hukum. Sek-sek, semua suku pasti punya bromocorah. Koyok nang Senayan gak onok bromocorahnya (terus masuk penjara mari nulis iki).

Tapi perlu diketahui bahwa orang Madura pernah menjadi ketua Mahkamah Konstitusi, ya Mahkamah tertinggi setanah air. Dan jangan lupa Kepala Polisinya sekarang orang Madura juga loh 😀 (Jenderal Badrodin Haiti).

Setiap kali tak telpon Pak Badrodin, aku mesti cekikikan soale wong iku ngomonge medok Meduro banget lah. Bukan sekali ini wong Meduro dadi Kapolri, jamane Pak Roesmanhadi pisan loh. Iqro.

4. Madura bisanya cuma jualan te-sate

O lambemu! Wong Meduro selain menguasai peredaran sate di Jakarta, juga menguasai peredaran bebek di ibu kota. Coba tanyak sana, bebek seng paling enak nang endi? Yo gak ada bebek yang seenak bebeknya orang Madura. Belum lagi peredaran telur asin, ikan asin, sambel terasi, penyet ayam, nasi goreng, dll.

Kalau semua pedagang sate dan bebek Madura di Jakarta ini pulang kampung pas lebaran, yang tertinggal hanyalah masakan-masakan dengan bumbu hambar. Paling-paling Kaefci. Gak ono sing Maknews. Pedes-pedes yo opo ngono.

5. Orang Madura bodoh

Aku mesti mbrebes mili lek ono sing ngomong koyo ngene. Gak usah delok awak dhewe, tapi ndeloko video iki.

Tentu saja selain orang-orang pinter koyo Mahfud MD, ada Siti Fatimah yang menjadi pemenang OSN bidang astronomi tahun 2014. Bapaknya cuma nelayan, ibunya jualan ikan. Anak Sampang, asli nggonku iki :).

6. Orang Madura punya pesona

Anak presiden pun takluk. Ini bukan basa-basi, tapi Yenny Wahid anak presiden bersuamikan orang Meduro. Gak percoyo, coba lihat bio twitter Mbak Yenny.

Dan orang Madura pernah menang Miss Indonesia yo rek. Gak sombong seh. Lha iku Kamidia Radisti. *kibas poni

7. Orang Madura puitis

Tentu saja tretan, wong pencipta puisi terkenal Zawawi Imron itu adalah orang Madura kelahiran Sumenep. Aku wes pernah ndelok Zawawi, lek moco puisi ckckck jingkrak-jingkrak. Tapi dalam hatiku buangga bangets.

8. Orang Madura gak punya selera musik

Dhuar! Pasti awakmu sing kakehan ngrungokno lagune Jeketi fourty eight. Wong jelas wong meduro iku ono ahli dangdut Imam S Arifin sampe ahli Jazz Jack Lesmana.  Jack ini tokoh musik Jazz dunia rek. Mosok gak ngerti.

9. Orang Madura antikorupsi.

Pernah krungu jenenge Artidjo Alkostar? Tak kandani yo rek, iku hakim agung Indonesia, berdarah Meduro, sing setuju hukum mati koruptor. Wes akeh korbane. Koruptor kapok lek hakime Artidjo 😀

10. Nama orang Madura diabadikan jadi nama bandara

Halim Perdana Kusuma pahlawan nasional iku wong Meduro. Hayoo kon arep ngilokno wong Meduro, gak oleh mendarat nang kono yo rek. Awas. Minggir.

Dadi soko awakmu mangan sate, nang kantor polisi, sampe numpak pesawat, kabeh iku sik ono hubungane karo wong Meduro rek.

Nah gebei tretan-tretan gule, kalau ada yang menghina orang Madura, biarin aja, mungkin mereka iri. Matursakalangkong.


Bagikan

12 COMMENTS

  1. Koreksi Pak Bro, Jenderal Badrodin Haiti itu lahir di Jember

    Nama Lengkap : Badrodin Haiti

    Profesi : –

    Tempat Lahir : Paleran, Umbulsari, Jember, Jawa Timur

    Tanggal Lahir : Kamis, 24 Juli 1958

    Zodiac : Leo

    Jadi bukan orang Madura, Paleran Umbulsari itu mayoritas org Jawa

  2. Bisa ditambahkan jagoan debat Islam Kristen pertama dan terbaik di Indonesia, Kalau nggak salah beliau adalah orang tua Pak Ahsanul Qosasih, mantan manajer Persepam.

  3. Jgn berlebihan ya mbak tolong..
    Kejadian di sampit cukuplah buat pembelajaran..
    #salam persahabatan..
    Aku asli suroboyo..
    Bapak ibukku wong jowo..
    Yo ngerti tepo sliro..
    Lek onok klirune jauk sepuro..
    Iku wong jowo

    • logika tolol
      1. perang suku tdk didominasi satu dua etnis saja. di indonesia cek lampung atau mataram, atau tarakan, atau kutai barat. saran sy anda wajib aekh moco cak! cek wawasanmu gak koyok katak 😛

      2. kalau km pernah kuliah statistik, maka satu sampel tdk mewakili keseluruhan populasi. sangat tolol jika menilai madura hanya dr perantau yg jumlahnya segelintir. Sy berani pastikan tdk ada suku yg semuanya baik dan tdk ada suku yg semuanya jahat. Adanya org baik dan jahat itu sudah sunnatullah. Kamu bs tunjukkan kalau ada sebah suku yg 100% orangnya baik atau sebaliknya semuanya jahat.

      3. Orang madura di Surabaya itu hampir 95% dari Bangkalan. Karakter orang Bangkalan yg mewakili maduea barat dan madura timur itu jauh berbeda. Kembali ke poin nomor 2

      Saran sy, banyak2 bergaul dan membaca agar wawasanmu sedikit lbh lebar. 😀

  4. tulisan’e gak maknews mbak. gak ala ala maknews blas. kurang peret-peret yek opo ngono. ngunggulno meduro nang tanah Suroboyo iki ibarat ngecapi duduh rawon.

  5. Kalau tidak ada bantuan adipati sumenep (Arya Wiraraja), mungkin majapahit tentu tidak akan ada….

    kalau saichona kholil tdk memberikan restu ke KH Hasyim, mungkin NU tdk akan ada….

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here