Bagikan

MakNews – Nilai rata-rata Ujian Nasional SMP di Surabaya jeblok. Siswa-siswi Kota Pahlawan meraih nilai rata-rata 58,77. Nilai tersebut menempatkan Surabaya di posisi ke-26 dari 38 Kabupaten/Kota di Jatim.

Bahkan, Surabaya kalah dengan Bangkalan dan Sumenep. Dua kota di Pulau Madura itu memiliki nilai rata–rata 76,41 dan 75,67. Bangkalan bablas menjadi yang tertinggi dalam nilai rata-rata UN SMP di Jatim.

Namun, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan wajar. Sebab, Surabaya baru pertama kali menggelar ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Bahkan, dia yakin jika daerah lain menggelar UN berbasis komputer, situasi yang sama akan terjadi.

“Saya kira menakutkan sekali kalau cuma di nilai dari hasil UN saja. Perilaku anak juga harus dinilai,” katanya seperti dikutip Okezone.

Di bagian lain, Ketua Dewan Pendidikan Surabaya Martadi mengatakan, penurunan nilai UNBK SMP tidak hanya terjadi di Surabaya. Namun juga di tingkat provinsi, bahkan nasional.

Dia menyebutkan, nilai rata-rata ujian nasional (unas) SMP di Jatim tahun ini 62,26. Angka tersebut menurun 4,73 jika dibandingkan dengan nilai rata-rata unas pada 2015 yang mencapai 66,99.

Menurut dia, ada tiga faktor penyebab nilai unas turun. Pertama, kisi-kisi soal tahun ini tidak selengkap tahun lalu.

Pada 2015, Kemendikbud memerinci jenis soal yang bakal diujikan dalam unas. ’’Tahun ini panitia pusat hanya memberikan kisi-kisi yang berisi sub-bab untuk masing-masing mata pelajaran,’’ ungkapnya.

Faktor lain nilai unas turun, lanjut dia, argumen bahwa nilai yang terpenting adalah integritas sekolah.

’’Tahun ini memang integritas sekolah naik. Tapi, kenaikan integritas juga harus dibarengi dengan naiknya nilai,’’ jelas Martadi seperti dikutip Jawa Pos.


Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here