Bagikan

Kali ini Suro CS memutuskan nyeruput-nyeruput kopi di sebuah kedai lesehan bilangan Karah. Dekat dengan kantor penerbitan yang cukup terkenal di Surabaya. Suro, Bembem, dan Bolang lagi asyik bercanda ketika Comel datang dan nimbrung obrolan mereka. “Si Kriwul sudah tidak mau gumbul kita lagi. Kalau kuajak ngopi bareng, pasti menolak. Lagaknya sudah kayak orang yang nggak butuh teman,” seloroh Comel tanpa lebih dulu memesan minuman. Justru, dia langsung menyambar teh anget Bembem.

Kriwul, salah satu teman mereka, sekarang memang sudah sulit diajak ngumpul. Padahal, rumahnya di bilangan Wonokromo. Artinya, sangat dekat dengan tempat cangkruk yang biasa mereka sambangi. Nah, terkait penyebabnya, Suro dan kawan-kawan sedang mencoba menelaah.

“Semua orang berubah. Termasuk, si Kriwul. Suatu saat, kita pun sangat mungkin menjadi seperti dia. Sulit diajak cangkruk,” cetus Bembem sambil mengambil sebungkus krupuk yang tergantung. Lain dengan Bembem yang sok bijak, Bolang memiliki hipotesis yang lebih menarik disimak. “Bukan, dia berubah sejak punya pacar,” celetuknya.

“Apa? Kriwul punya pacar?” Suro kok kaget.

“Lho, kamu kok gak tahu, Sur? Semua orang juga sudah tahu,” papar Bolang. “Lho, kamu ini teman macam apa, Sur?” Comel menimpali.

“Perempuan memang bisa mengubah laki-laki,” kata Bembem, kembali dengan nada tenang seperti presiden yang menjawab pertanyaan wartawan secara normatif. “Laki-laki juga bisa mengubah perempuan,” sambungnya.

Kriwul memang sudah beberapa bulan ini punya pacar. Dan entah mengapa, Suro tidak jua sadar. Dia pernah mendengar desas-desus ini. Namun, dia kira hanya gosip seperti di infotainment. Untuk lebih meyakinkan Suro, Bolang memperlihatkan foto Kriwul dan pacarnya yang terpampang di salah satu media sosial. Wow! Kriwul berwajah sok cool. Sementara pacarnya, tampak jauh lebih muda dari Kriwul yang bertampang boros. “Lho, kok tidak seimbang begini. Ah, apa ini nyata, atau sekadar mitos?” Suro bergumam.

“Konon, si Kriwul harus ngelmu ke sejumlah tempat keramat untuk bisa menjadi pacar gadis itu. Bahkan, kabarnya, Kriwul pakai ajian pelet,” Bembem mendramatisasi. “Huss! Kamu tidak boleh menuduh. Walaupun itu memang mungkin saja dilakukannya. Tapi ingat, Kriwul itu nggak gablek duit. Pakai duit apa dia beli ajian semacam itu,” Comel menegaskan.

Suro masih terheran-heran. Bolang meminum kopi susu yang tersaji. Mengambil ote-ote yang digoreng setengah kering. Memoles permukaannya dengan sedikit petis. Lalu, menggigitnya. Saat secuil ote-ote masih di dilumat dimulut, dia mengambil sebuah lombok hijau muda untuk ikut digigit dan menambah rasa makanan tersebut.

Belum semua ote-ote tertelan, dengan posisi mulut masih mengunyah, Bolang kembali nyerocos,”Mbuh yok opo carane si Kriwul mendapatkan kekasih itu. Kita juga tidak tahu dan mungkin saja perempuan itu lagi frustrasi jadi belok ke Kriwul. Yang jelas, seorang pacar sudah membuat kawan kita berubah. Maklum, kaet bayi mrocot, Kriwul iku lagek nduwe pacar saiki. Nek naksir wong wedhok sih, wes ping suwidak jaran!,”

“Ya sudahlah kawan-kawan. Mau bagaimana lagi. Yang jelas, jangan hanya karena dia punya pacar, kita memutus tali pertemanan. Tetaplah kita ajak dia ngopi. Meski akhirnya dia tidak datang dan malah asyik pacaran. Tetaplah kita ajak dia main futsal. Meski dia menolak dan malah jalan dengan kekasihnya. Santai saja. Berteman itu jangan selalu transaksional,” kali ini lambe Suro yang ceramah.

“Benar juga sih, Sur. Sejatinya, aku juga tidak mempersoalkannya. Walau kadang, sepet juga mata ini melihat gayanya berfoto dengan pacar dan bilang kalau lagi di Solaria, di KFC, di Excelso, atau di tempat nongkrong lainnya. Guayanya itu lho….walah…., gak nguati. Lambe onde-onde ae mangan roti keju Belanda. ” papar Comel yang lantas berteriak untuk memesan kopi hitam pada pemilik warkop.

Sik sik, Mel. Awakmu iki sepet ta cemburu. Pertama, mungkin koen naksir Kriwul. Dadi, cemburu pas dia suka orang lain. Kedua, mungkin koen cemburu, kok Kriwul wes nduwe gandengan, koen jik dewean. Karena seingatku, kaet bayi mrocot, peno yo rung tau pacaran!?” Bolang berujar. Comel melotot. Keadaan hening sejenak. Dua detik kemudian, tawa berderai diiringi pisuhan berturut-turut dari sekumpulan orang itu.


Bagikan

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here