Bagikan

Tahun ini Surabaya punya hajat besar: pilwali alias pemilihan walikota (pilwali) Surabaya. Ya, ini memang politik. Dan untuk beberapa orang, langsung garai males dan mules.

Harus diakui, banyak dari kita yang antipolitik. Karena isinya cuma berita-berita buruk. Soal manuver-manuver yang isinya pertikaian antara satu kubu dan yang lain. Tidak ada berita gembira dalam politik.

Di MakNews, kami juga merasakan suasana kebatinan (halah) seperti itu. Politik itu sangat wong tuwek. Bukan urusane arek-arek Suroboyo. Tapi mau bagaimana lagi? Surabaya sebentar lagi mau tidak mau harus menggelar pilwali sebagai bagian dari pilkada serentak.

Dan kalau kita peduli Surabaya, kita mau gak mau harus membicarakannya. Pahit memang. Seperti melihat mantan yang gendakan sama cowok yang lebih sugeh, lebih royal, dan lebih ganteng dari kita (kita? Kon dewe paling, gak usah ngajak-ngajak!).

Walau pahit, MakNews ingin mengangkatnya. Tapi tidak dengan gaya media-media besar yang sangat politis dan bias (mungkin karena mereka masang iklan di sana *eh).  MakNews ingin membicarakan politik dengan gaya Suroboyoan: grapyak, mbanyol, dan gak kemrungsung.

Tapi, kalau kurang mbanyol yo gak usah digojloki, Rek. Jenenge ae usaha. Gak eleng koen biyen durung duwe pacar. Usaha opo ae dilakeni eh dilakoni…

MakNews tahu bahwa politik itu bikin pusing kepala Susan—bukan pusing kepala Barbie. Tapi kita selalu bisa tetap membicarakan politik tanpa harus menjadi tua. Kita tetap bisa berbicara politik sebagai arek Suroboyo. Kita bisa ngomong politik dengan penuh tawa.

Minimal menertawakan orang-orang yang kehilangan akalnya karena otaknya isinya cuma politik.

Terlepas dari itu semua, bagaimanapun politik adalah jalur resmi menuju kekuasaan. Dan kalau kita tidak berpartisipasi, jalur itu akan dipenuhi orang-orang yang mok geguyu gara-gara isine politik tok iku mau.

Partisipasi itu tidak harus jadi bakal calon wali kota (singkatannya bacawali) dan bakal calon wakil wali kota (singkatannya bacawawali). Siapa tahu di masa depan kamu juga bisa jadi bakal calon wakil wali kota dari Kecamatan Wiyung, Kecamatan Wonokromo, Kecamatan Wonocolo, Kecamatan Kenjeran (singkatannya, bacawawalikwkwkwkk).

Politik harus dianggap sebagai banyolan. Kalau terlalu serius, bisa membelah persatuan dan kesatuan. Eleng, pilpres 2014. Mbelani salah satu kubu capres sampek tukaran gak mari-mari.

Lantas, apa partisipasi kita? Partisipasi banyak. Kamu bisa menuliskan bagaimana pilwali mbanyol ini di MakNews. Nek wedi nulis, yo gakpopo di-twit di @MakNews_id dengan hestek #SuroboyoNyoblos.

Jangan lupa juga proses pilwali ini diamati. Nanti saat coblosan mulai, yo melu nyoblos, Rek. Nyoblos surat suara lho yo duduk seng liyane.

Di pilwali Surabaya 2015, tenang ae MakNews gak mbelo sopo-sopo. MakNews mbelo arek Suroboyo. Makane, mari kita let’s go!


Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here