Bagikan

SURABAYA – Ajang pertemuan antar negara-negara dalam wadah Prepcom III UN-Habitat bisa menjadi potensi bagi Surabaya. Selain nama Kota Pahlawan bakal semakin dikenal di dunia internasional, event tersebut juga bisa menjadikan ibu kota provinsi Jawa Timur tersebut sebagai kota MICE alias meeting, incentive, convention, exhibtion dengan skala internasional.

Modal Surabaya untuk menjadi kota MICE sejatinya sudah cukup. Sebab, kota dengan lambang Suro dan Boyo ini merupakan kota niaga. Budaya perdagangan di masyarakat pun sudah dikenal kuat. Surabaya menjadi penopang distribusi kebutuhan barang dan jasa dari dan ke Indonesia Timur.

Selain itu, lokasi Surabaya yang berada di tengah antara bagian barat dan timur Indonesia membuatnya lebih strategis. Dengan beban Jakarta yang sudah terlalu besar, pertemuan tingkat kenegaraan bisa kembali digelar di sini.

Prepcom III UN-Habitat bisa jadi pembuktian bahwa Surabaya bisa jadi tuan rumah event internasional, bahkan sekelas kegiatan kenegaraan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). “Prepcom III UN-Habitat menjadikan Surabaya semakin berpengalaman,” kata Kresnayana Yahya, pakar statistik dari ITS.

Namun, kata Kresnayana, jangan sampai ajang tersebut melupakan potensi lokal. Karena itulah, beberapa komoditas warga Surabaya mendapat tempat di Prepcom III UN-Habitat. Para pengusaha UKM dari Surabaya bakal diberi tempat untuk memajang barang kreasinya di acara yang digelar dari 25 Juli hingga 27 Juli tersebut.

Ada 80 UKM yang terpilih untuk mengikuti Festival Kuliner Tunjungan. Laporan dari Enciety.co menyebutkan, UKM tersebut sudah mendapat pelatihan untuk memajang produknya agar lebih menarik. Mereka akan memajang produknya mulai Selasa, 26 Juli hingga Rabu, 27 Juli.

“Para pelaku UKM Pahlawan Ekonomi yang terpilih ikut dalam kegiatan tersebut telah melalui seleksi yang telah kami lakukan,” kata Agus Wahyudi, humas Pahlawan Ekonomi Surabaya seperti dikutip Enciety.co.

 


Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here