Bagikan

Rencananya, pada 6-9 September pendaftaran bakal calon wali kota Surabaya kembali dibuka. Sebenarnya lebih tepat kalau dibilang lagi-lagi dibuka. Lha wes ping papat iki e cak di buka tutup.

Keputusan itu menyusul pembatalan pencalonan Dhimam Abror yang dianggap TMS alias “tidak memiliki surat (rekomendasi)” eh maksud saya “tidak memenuhi syarat”.

Gagalnya pencalonan Abror ternyata tidak serta merta menggugurkan pencalonan pasangannya Rasiyo. Pas tanggal 2 September KPU memastikan mantan sekdaprov Jawa Timur itu boleh maju lagi pokoke ga karo Pak Abror. Rasiyo seneng, Abror senep.

Tapi ga gampang lho, Rek, golek pasangan. Lek ga percoyo takono Cak Agung Putu Iskandar! Mesti lak manthuk-manthuk

Apalagi yang bakal dihadapi di pilwali nanti adalah Bu Risma. Sosok walikota idaman ibu-ibu bapak-bapak semua yang ada di sini.

Tapi hari ini saya lagi berbaik hati. Buat Pak Rasiyo saya punya resep jitu untuk menggaet pasangan yang berkualitas tinggi, berkarisma, dan punya peluang kemenangan di atas 90 persen. Gratis, Pak. Tapi dengan catatan: asalkan Pak Rasiyo rela untuk jadi wakil.

Dia adalah, yang tak lain dan tak bukan, Ning Raisa. Bener dolor seng penyanyi uayuu iku. Raisa Andriana hmmm. Ngeces langsung seng lanang-lanang.

Berikut ini akan saya jlentrehkan sejumlah argumen mengapa Pak Rasiyo bisa menang melawan Bu Risma kalau bersanding dengan Ning Raisa. Asli, semua modal yang diperlukan untuk bersaing di pilwali lengkap dan paripurna.

1. Perempuan vs perempuan

Menghadapi lawan yang perempuan seharusnya memang dihadapi sesama perempuan. Biar fair. Lagi pula laki-laki itu kan paling pinter nyari alasan. Kalau nanti akhirnya kalah mereka akan bilang: ya kami sengaja mengalah masa sama perempuan ga mau ngalah.

Dengan memilih Raisa alasan begituan bisa dihindari.

2. Politik Indonesia masih kental dengan politik pencitraan

Nah, soal citra ini Raisa juaranya. Ayu, suarane lembut, pinter, dan yang penting dia nggak suka marah. Buka saja akun Instagram miliknya. Di sana bakal ditemukan satu postingan tentang kata-kata mutiara. “Make your anger so expensive that no one can afford it and make your happiness so cheap that people can almost get it free”. Ga ngerti artine? Mangkane belajaro Boso Arab.

Bahkan bukan cuma citra, penerima penghargaan Penyanyi Pendatang Baru Terbaik 2012 itu juga berprestasi. Uakeeh prestasine. Ngeces maneh

3. Basis masa kuat

Ini puenting untuk modal nyalon pilkada. Penyanyi soul kelahiran 1990 ini punya basis pendukung kuat dan loyal. Jenenge Youraisa. Nang Suroboyo mesti akeh anggotane.

4. Follower-e sak taek ndayak

Follower Raisa di instagram 5 juta follower, Twitter 5,2 juta. Iku durung Facebook, Path, Friendster, YM, BBM, Whatsapp. Uaakeeh temenan. Kalau dikalkulasi, andai saja follower di Instagram orangnya sama dengan yang follow di Twitter jumlahe tetep akeh. Wong sak Suroboyo dikelumpukno nang stadion tetep kalah akeh.

Angka sebesar itu kalau dibandingkan dengan jumlah penduduk Surabaya wes menang adooohh. Wong penduduke Suroboyo mek 3 juta haraahh. Belum lagi Bu Risma menang Pilwali 2010 dengan jumlah suara total 358.187.

Tak lebih dari 10 persennya follower Raisa.

Biuuuhh tambah kalah aduuooohh. Iso-iso lek Bu Risma moco tulisan iki dadi ga sido nyalon. Ngilang nyusul Haries Purwoko.

5. Artis yang punya visi dan misi jelas

Visinya adalah bekerjalah sambil bernyanyi karena kalau sambil menari itu susah. Misinya lebih tegas lagi meremukkan hati para lelaki yang mendengarkan lagunya.

6. Nama gabungan ciamik soro

Iki sing paling penting. Berpasangan dengan Rasiyo duet ini langsung punya nama gabungan yang ear-catching sekaligus eye-catching. Raisa-Rasiyo = Raisyo. Terus untuk slogannya, saya usulkan “Maju”. Dadi slogan besar mereka adalah “Raisyo Maju!”. Keren kan?

Saya yakin ketika pasangan ini mendaftar ke KPU Surabaya media-media Tanah Air akan memasang judul besar-besar di halaman depan “Raisyo Maju Pilwali Surabaya”.

Buat saya ini lebih menarik dibandingkan kalau pasangan Rasiyo-Abror jadi maju. Rasiyo-Abror = Rasiab. Dan judul berita keesokan harinya adalaaah jeng jeng jeng “Rasiab Maju Pilwali Surabaya”. Rasiab calone, Rasiab KPU-ne. Wes cuocok!


Bagikan

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here