Bagikan

Dunia hantu saat ini memang lagi ngetren. Sebuah artikel di kaskus yang menceritakan tentang keluarga tak kasat mata menjadi perbincangan di mana-mana berbulan-bulan. Bahkan, thread di kaskus soal itu pun terus bertambah.

Beberapa teman saya juga meminta saya untuk membacanya. Meski bukan ahli hantu, tapi saya suka dengan artikel-artikel yang banyak dibicarakan orang. “Tapi kalau baca jangan malam hari,” kata teman saya mewanti-wanti.

Akhirnya artikel itu tetap saya baca di malam hari. Saya berani. Ya, soalnya saya baca di malam hari di tengah keramaian warung kopi. Alhamdulillah saya nggak takut blas!

Sejak artikel itu meledak di kaskus, muncullah artikel hantu-hantuan juga di banyak media alternatif. Bahkan, ada sebuah media yang khusus akan menceritakan pengalaman soal hantu selama sebulan. Padahal, media tersebut sebelumnya tidak fokus di dunia hantu.

Selain artikel, kebutuhan hantu kawula muda juga mulai dipenuhi di film. Yang terbaru adalah sekuel kedua Conjuring. Judulnya, Conjuring 2. Ya iyalah namanya Conjuring 2! Masak namanya Conjuring Xxx.

Di film tersebut, pasangan “ghosbuster” Ed Warren dan Lorraine Warren berhadapan dengan hantu suster Valak. Sosoknya mengerikan dengan gaun lengkap khas suster tapi mata dan mulutnya gelap. Dia seperti membawa kebencian dalam karirnya sebagai hantu.

Namun, kengerian Conjuring 2 hanya bertahan seminggu. Lihat nasibnya sekarang.

Valak menjadi korban meme. Salah satu meme menggambarkan dia ikut arisan. Meme yang lain memplesetkan namanya jadi talak, balak, awas ada anjing valak, valah kah aku mencintamu, cewek selalu benar sedangkan lelaki selalu valak, dan lain sebagainya.

Dengan demikian, Valak sudah tak lagi horor. Dia sudah menjadi sosok yang lucu. Padahal, cerita hantu tujuannya cuma satu: membuatmu merinding disko!

Valak sudah gagal memberi kita kengerian.

Lagi pula, sosok Valak terlalu jauh bagi orang Indonesia. Horor-horor mancanegara memang memberi kita kejutan-kejutan. Terutama adegan-adegan yang suka ngaget-ngageti.

Padahal, horor bukan cuma soal ngageti. Horor adalah soal kisah tragis manusia, kebijaksanaan lokal, dan budaya lisan yang diturunkan dari satu generasi ke generasi lainnya.

Horor yang hanya produk kapitalisme, dikarbit atau direkayasa agar seolah-olah benar terjadi, selalu gagal karena dia hanya jadi barang jualan. Dia tidak membawa cerita masyarakat tertentu.

Contohnya zombie. Siapa yang lihat zombie merasa seram? Pasti cuma anak kecil! Wong saya kalau lihat zombie malah ketawa-ketawa.

Nah, yang dilakukan Trio Hantu Cs ini dalam buku #Hantupedia ini adalah kisah yang membawa tiga unsur itu semua. Mereka menceritakan hantu-hantu di Indonesia. Hantu-hantu tersebut sebelumnya hanya menjadi bagian dari budaya lisan.

Tidak ada orang zaman dulu yang menulis bahkan dibikin komik cerita hantu dari emak ke anaknya. Sebab, ceritanya saja sudah serem. Opo maneh ditulis ulang dan digambar!

Hantu-hantu yang diceritakan Trio Hantu Cs di buku ini adalah hantu di sekitar kita. Karakter mereka adalah sosok yang sangat dekat dengan satu budaya masyarakat tertentu.

Misalnya, Alas Bonggan Blora. Biasanya, kendaraan tiba-tiba terjebak begitu saja di dalam hutan. Dan jaraknya sudah 35 km dari jalan pantura. Hiii!

Kemudian, ada Andong Pocong. Andong mungkin sudah jarang populasinya belakangan ini. Mungkin karena sudah ada Go-Jek, Uber, dan Grab-Taxi. Namun, di masyarakat sekitar Lumpur Sidoarjo, andong muncul dalam wujud hantu. Yang jadi kusir andong adalah pocong! Hiii.

Banyak teori yang menyelimuti Andong Pocong ini. Ada yang bilang ini adalah orang yang mempraktekan ilmu hitam. Dia mencari tumbal untuk menyempurnakan kesaktiannya.

Ada yang juga mengatakan itu adalah tanda kemunculan pagebluk.

Mungkin sebelum lumpur Lapindo terjadi, Andong Pocong sudah memberi tanda-tanda munculnya bencana lebih dari satu dekade itu…

Para hantu yang dikumpulkan Trio Hantu Cs ini sangat Indonesia. Mereka sangat dekat dengan kita. Karakter mereka muncul terkait budaya masyarakat Indonesia.

Hantu-hantunya juga bervariasi dari segala penjuru wilayah NKRI. Mulai dari Sidoarjo, Bangka Belitung, Bengkulu, Tanah Sunda, dan lain sebagainya.

Hantu-hantu ini menurut saya jelas lebih seram daripada valak.  Dan lebih Indonesia. Dan nasibnya tidak akan mungkin seperti Valak yang jadi korban meme. Karena sosoknya lebih dekat, para pembuat meme pasti mikir-mikir kalau hantu-hantu itu dijadikan meme.

Sebab, jangan-jangan mereka akan mendatangi mereka?

Memang, pocong sudah sering jadi korban meme. Tapi, siapa yang berani membuat meme Keranda Terbang, Kereta Hantu (Kereta Cawang-Bogor), Kompeni Tanpa Kepala (Jalan Tongkeng, Bandung), Makam Bhuru (tanah kuburan ambles)?

Aku nek dikirimi pasti langsung tak hapus! Hiii!

Karena itulah, yang dilakukan Tri Hantu Cs ini patut diapresiasi. Hantu-hantu lokal berusaha diinventarisir. Supaya tidak hilang ditelan Valak dan zombie. Apalagi kisah tersebut sangat jarang ada yang membukukannya. Apalagi membuatnya dalam bentuk visual.

Buku #Hantupedia membuat hantu-hantu tersebut terdokumentasi dengan baik. Daftarnya juga sudah lumayan lengkap. Meski, saya tahu Trio Hantu Cs punya banyak stok hantu lain yang belum masuk.

Makanya, segera beli buku ini. Jika nanti kamu dihantui, kamu tinggal buku #Hantupedia. Kira-kira tadi kamu dihantui siapa ya? Coba lihat di belakangmu ada siapa? Hiii!


Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here