Bagikan

MakNews – Gaung aplikasi e-Wadul yang diluncurkan Pemkot Surabaya pada perayaan HUT Surabaya ke-723, 31 Mei 2016, belum begitu terasa. Setidaknya ini yang tertangkap dari survey yang diadakan MakNews lewat Twitter.

Dari 108 peserta survey, 77 persen mengaku tidak tahu sama sekali aplikasi e-Wadul ini. 17 persen mengaku tahu tapi gak mau meng-install di hapenya. Sementara 6 persen sisanya tahu dan meng-install-nya. Hasil ini memang tak bisa dijadikan acuan apakah aplikasi ini sukses diterima masyarakat Surabaya atau tidak. Meski begitu, survey bisa digunakan untuk mengetahui respon masyarakat setelah hampir sebulan diluncurkan.

Dari survey tersebut, banyak yang mengaku tidak tahu sama sekali aplikasi ini. Promosi yang minim bisa jadi penyebab minimnya informasi tentang aplikasi ini.

Di Google Play Store, aplikasi ini juga tidak terlalu populer. Angka unduhan hanya ada di sekitaran 1.000-5.000. Bandingkan dengan aplikasi Qlue milik Pemprov DKI yang jumlah unduhannya antara 100.000 hingga 500.000. Dari 177 review yang masuk di Play Store, sebagian besar pengguna malah mengeluhkan kinerja aplikasi e-Wadul.

ewadul2Berikut beberapa keluhan yang berasal dari pengguna.

“Sudah berkali-kali upload keluhan dan disimpan tapi tidak berhasil dan disuruh ulang terus dari awal. Aplikasi ini tidak membantu.” – Liza Naomi.

“Apa yang mau diwadulkan kalau daftar aja gak bisa! Jangan keburu diluncurkan dulu kalau daftar aja gak bisa!” – Achmad Al Ishaqi

“Gak bisa daftar. Sudah banyak yang mengeluhkan tapi gak ada tindakan sama sekali. Mending dihapus aja dari Play Store.” – Jimmy Cheung

Pemkot nampaknya harus bekerja keras memperbaiki kinerja aplikasi e-Wadul agar semakin banyak masyarakat yang tertarik. Sehingga tujuan keberadaan aplikasi ini bisa tercapai.

Pemkot Surabaya memang mempunyai tujuan mulia saat meluncurkan aplikasi e-Wadul. Aplikasi ini diharapkan agar warga Surabaya bisa mudah menyampaikan permasalahan yang dialami seperti lampu penerangan rusak, jalan berlubang, atau saluran air yang mampet.

ewadule-Wadul sendiri merupakan singkatan dari Wadah Usulan dan Keluhan. Warga Kota Pahlawan sudah bisa mengunduh aplikasi ini via Google Play Store. Sayangnya aplikasi hanya bisa dijalankan di smartphone android. Pengguna yang ingin menggunakan harus memasukkan Nomor Induk Kependudukan.

“Warga selain Surabaya yang berdomisili di Surabaya tetap bisa wadul. Tapi kami prioritaskan untuk warga Surabaya,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Surabaya, Antiek Sugiharti seperti diktip dari Bicarasurabaya.com.

Aduan nantinya langsung terkirim ke SKPD untuk kemudian ditindaklanjuti. Saat direspons, pengguna akan mendapatkan notifikasi langsung di smartphone-nya.


Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here