Bagikan

MakNews — Jawa Timur sudah terkenal dengan sederet gunung atau pegunungan yang menjulang di berbagai daerahnya. Para pendaki sepakat jika setiap gunung menyandang predikat yang  menjadi ciri khas masing-masing. Mulai dari julukan tertinggi, paling dingin, paling ekstrim, ada juga label terangker.

Yang terbaru, label jalur pendakian terpanjang se-Pulau-Jawa dihadiahkan untuk Gunung Argopuro. Tidak hanya itu, ada banyak sejarah yang masih tertinggal sepanjang tracking route.

Secara wilayah administrasi, Gunung Argopuro terletak di 5 kabupaten, yaitu Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, dan Situbondo.

Dengan luar kurang lebih 15 hektar, tidak heran kalau gunung ini memiliki jalur pendakian yang sangat panjang. Posisinya diapit oleh gunung-gunung sudah sangat femes: Semeru dan Raung.

Ada 3 puncak yang bisa jadi target pendakian Argopuro. Dimulai dengan Puncak Rengganis pada ketinggian 2.980 mdpl, kemudian Puncak Arca/Hyang sering disebut puncak semu, dan satu lagi yang tertinggi yaitu Puncak Argopuro (3.088 mdpl).

Foto: Ardiyanta.com

Dari ketiga puncak tersebut, Rengganis-lah yang menjadi alasan diberikan nama Argopuro. Wah kok bisa yah?

Jadi gini, si Rengganis ini punya kawah yang berwarna putih kekuningan, bernama Kawah Sijeding. Tak hanya kawah yang menjadi daya tarik, di sekitaran puncak ini para pendaki bisa menemukan reruntuhan bangunan dikelilingi tembok.

Reruntuhan itu menyerupai kompleks keraton lengkap dengan candi, pura, serta pemandian. Nah, menurut bahasa, argo artinya gunung, dan puro adalah pura. Ya, make sense juga, karena Argopuro menyimpan sejarah peradaban kerajaan.

Sambil mendaki, mari kita belajar. Belajar mencintai alam, dan juga sejarah dalam satu teguk.

Foto: Ardiyanta.com

Asal nama Rengganis adalah nama dewi loh. Putri dari Raja Brawijaya pada masa kerajaan Majapahit. Kenapa nama Dewi Rengganis yang dipilih untuk diabadikan sebagai nama puncak?

Reruntuhan di puncak Rengganis yang diyakini kerajaan, adalah tempat Dewi Rengganis mengasingkan dirinya. Lahir sebagai putri dari salah satu selir Prabu Brawijaya membuatnya merasa tidak diakui keberadaannya.

Membahas tentang Rengganis, merepet pula ke masa lalu Cikasur. Sebuah savanna yang maha luas berlokasi di jalur pendakian Baderan. Area ini sangat direkomendasikan untuk mendirikan tenda kalian.

Air dari sungai Qolbu yang mencukupi dan hewan-hewan eksotik semacam merak hijau, ayam hutan, dan rusa, menghibur pendaki dari dingin dan sunyi. Cerita punya cerita, dulunya Cikasur adalah landasan pesawat. Dibuktikan dengan puing-puing bangunan yang sekarang hanya nampak petak-petak, dan genset yang tertutup semak-semak.

Kira-kira ngapain ya kompeni Belanda bikin landasan pesawat di gunung?

Sejarah berkata, sumber daya mineral di Cikasur ini menjadi magnet kuat yang menarik Belanda. Bukan cuman itu. Daging rusa hasil buruan juga diangkut dari Cikasur lewat landasan pesawat.

Foto: Ardiyanta.com

Yang mengerjakan landasan pesawat di CIkasur adalah penduduk asli, mereka juga diperintahkan untuk membuat galian yang katanya untuk saluran. Ternyata??!! Galian itu untuk kuburan masal para pekerja, supaya tidak repot memberi upah. Hiiii!

Sudah cukup penasaran dengan puncak Argopuro?

Untuk mencapainya, menempuh jalur pendakian resmi di Desa Baderan wilayah Situbondo. Demi mendapatkan pendakian yang lengkap, turun di Desa Bremi Kabupaten Probolinggo adalah tracking route yang anjurkan.

Sebagai predikat jalur pendakian yang panjang, kamu tidak perlu khawatir capek, karena sepanjang perjalanan langkahmu akan dihibur oleh padang savana. Hijau menyegarkan penat yang tidak bisa kamu temukan di kota.

 


Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here