Bagikan

Seorang motivator kenamaan yang dikenal SiKaspo hampir sulit ditemui. Waktunya sama sekali tidak pernah kosong meski hari libur. Apalagi sabtu dan ahad, nyaris tak pernah ada di rumah.

Itu yang membuat dua pengagumnya, SiKempit dan SiKempot hanya bisa bertemu dalam acara resmi yang dia selenggarakan. Padahal kedua mahasiswa ini kepingin banget temu duga untuk diskusi maupun konsultasi.

Maklumlah, SiKempit yang kuliah di jurusan Ekonomi Manajemen UNAIR dan SiKempot jurusan komunikasi itu, pingin jadi motivator handal usai wisuda. Terutama SiKempit. Karena bisanya cuma ngitung duit dan nglawak.

Apalagi SiKempit, yang masih menyimpan kenangan statement Sang Motivator. Cowok loman ini masih penasaran soal the power of giving, yang sering diucapkan SiKaspo itu.

Karena itu, dia terpaksa mendiskusikan soal tersebut dengan rekan sekampusnya. “Apa betul orang yang suka memberi itu akan kaya raya Pot?” kata SiKempit.

Soalnya dia pernah mendengar SiKaspo menyebut hidup ini harus sering memberi di saat sukses atau tidak. Apalagi saat di puncak keberhasilan.

“Tuhan akan melipatgandakan pemberiannya. Itulah the power of giving,” tiru SiKempit dari ucapan Sang Motivator.

Sebab, menurut SiKaspo, kalau manusia suka memberi atau bersyukur, pasti Tuhan akan membalasnya lebih dari yang manusia berikan. “Karena itulah, kita tidak boleh pelit atas rejeki yang diberikan Tuhan,” pernyataanya.

Tapi, hati kecil SiKempit masih belum bisa mengamini. Sebab pemberian yang dimaksud SiKaspo itu ada kesan pamrihnya. Apalagi pemberian itu hanya untuk kotak amal masjid dan agar orang lain memujinya. “Weleeeh,”gumamnya sembari senyum kecut.

SiKempot yang sedari tadi belum sempat menjawab pertanyaan rekannya itu, hanya bisa gigit bibir. “Gini lho Pit. Kalau kamu sering memberi atau sedekah jangan diceritakan orang lain. Itu bisa riya. Malah bisa menjurus ke sombong dan ujub,”ucap SiKempot.

Perbuatan itu, menurut SiKempot paling dibenci Allah. Soalnya hanya Dia yang punya sifat Rubbuiyah. “Sifat Rabbani itu bukan sifat ciptaannya,” jelasnya sembari menambahkan, “Mangkane, omongannya motivator itu bisa mengarah ke situ, kalau dia gak sadar.”

Sebenarnya, apa yang disampaikan SiKaspo itu bukan The Power of giving. “Tapi walik’ane. The Giving of power. Pemberian itu akan memiliki kekuatan yang dahsyat Jika tidak berharap apa apa. Tulus!” SiKempot sok pintar yang spontan disambut SiKempit dengan berkata,”Terus maksudmu.”

Hal itu untuk menghindari pamrih atau imbalan dari Tuhan. Sebab pemberian yang punya kekuatan itu ada dalam keikhlasan di hati dermawan.

“Sumbere teko hati dan tidak perlu dicerita ceritakan. Malah amale iso ilang,” ungkap SiKempot yang juga ingin jadi wartawan ini.

“Mangkane taa… nek ngomong iku sing ati-ati. Ojok sukur njeplak ae koyok SiKaspo iku,” SiKempot meringis yang kemudian disambut ledakan tawa SiKempit,”Hahaha… wkwkwk.”


Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here